Perlukah Adanya Revisi Nominal UMR?
Muhammad Ghazi Qinthara Al Giffari
170110200018
-
UMR atau Upah Minimum Regional adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para penguasa atau pelaku
industry untuk memberikan upah kepada para pekerja, pegawa ataupun buruh di
dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Kemudian UMR juga telah diatur melalui
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.7/Men/2013 tentang Upah Minimum. Berdasarkan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.7/Men/2013 Pasal 1 juga
menjelaskan bahwa upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri aas
upah pokok termasuk tunjangan tetap.
Penetapan upah minimum tidak dilakukan begitu saja,
penetapan ini didasarkan pada sejumlah fungsi, antara lain, untuk menjamin
kehidupan layak bagi pekerja dan keluarganya, mencerminkan imbalan atas hasil
kerja seseorang, dan menjadi intensif untuk mendorong produktifitas pekerja. Besaran
upah minimum harus juga diikuti dengan kualitas pekerja yang mumpuni karena
tentu saja perusahaan tidak ingin mempekerjakan pegawai yang memiliki kualitas
rendah dengan harga yang tinggi. Akan tetapi, apakah kualitas pekerja di
Indonesia telah memiliki kualitas yang mumpuni. Apakah besaran upah minimum
yang sering menjadi perhatian dapat secara efektif berdampak kepada kualitas
dan efektifitas pekerja.
Upah minimum memang menjadi perhatian banyak pihak
dalam upaya pelindungan perburuhan dalam bentuk perundang-undangan perburuhan. penetapan
suatu tingkatan upah didasarkan pada sejumlah fungsi, antara lain, untuk
menjamin kehidupan layak bagi pekerja dan keluarganya, mencerminkan imbalan
atas kerja keras sesorang, dan menjadi intensif untuk mendorong produktifitas
kerja. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa jumlah upah atau besaran gaji yang
diterima pekerja sangat penting untuk memenuhi berbagai segi kehidupan seorang
pekerja. Oleh karena itu, penting untuk disadari bahwa besaran nominal UMR
harusnya mengalami perbaikan dari tahun ke tahun karena besaran UMR sangat
berdampak pada keberlangsungan hidup pakerja dan keluarganya. Lalu, apakah
dengan ditingkatkannya UMR suatu wilayah akan berdampak lurus pada
produktifitas pekerja? Menurut saya hal tersebut harus ditetapkan berdasarkan
tingkat ekonomi wilayah tersebut karena besaran UMR tersebut nantinya akan
digunakan untuk transaksi jual beli mereka. Alangkah lebih baiknya, besaran UMR
dapat meningkat apabila harga kebutuhan di wilayah tersebut meningkat.
Kesejahteraan dan kepuasan pekerja perlu diperhatikan
dengan seksama, disamping pemenuhan kebutuhan sehari-hari, uang yang mereka
dapatkan juga mereka gunakan untuk keperluan lainnya seperti hobi, rekreasi dan
lain-lain. Oleh karena itu, menurut saya pemerintah harus terus melakukan
penyesuaian nominal upah minimum yang sesuai dengan kebutuhan di wilayahnya
karena kepuasan para pekerja tentu akan berdampak langsung kepada produktifitas
dan efisiensi pekerja. Akan tetapi, perlu ditekankan juga bahwa apabila
peningkatan besaran UMR juga harus sesuai dengan kinerja yang diberikan agar
perusahaan atau korporasi yang mempekerjakan mereka tidak mengalami kerugian.
Izzaty, S,
Rafika. (2013). Kebijakan Penetapan Upah Minimum. Jurnal Ekonomi &
Kebijakan Publik,131-145
Komentar
Posting Komentar