PERLUKAH REVISI BESARAN UMR UNTUK KESEJAHTERAAN PEGAWAI ?
by : Arneta Wijayanti Putri Subarna (170110200071)
Pekerja
atau pegawai yang dimana berperan sebagai sumber daya manusia dari sebuah
perusahaan sudah selayaknya mendapat upah yang layak bagi kemanusiaan. Pada
umumnya motivasi utama seorang pegawai yang melakukan perkerjaan ialah untuk
mencari nafkah baginya dan keluarga dan tentunya untuk memenuhi kebutuhan
kelangsungan hidup pagi pegawai dan keluarganya. Maka dari itu menurut
saya penting bagi pemerintah untuk
peningkatan upah bagi kesejahteraan pegawai.
Setiap daerah memiliki standar gaji
minimal yang harus dibayar, disebut dengan Upah Minimum Regional atau UMR. UMR
ini menjadi standar yang digunakan oleh para pengusaha dan pelaku industri
dalam menentukan jumlah gaji yang diberikan kepada karyawannya.UMR adalah Upah
Minimum Regional yang merupakan suatu standar minimum yang digunakan oleh para
pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan,
atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Sebelum UMR dihilangkan,
UMR diatur melalui Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.05/Men/1989 tanggal 29 Mei
1989 tentang Upah Minimum.
Dalam perhitungan UMR ada beberapa
fakor yang memengaruhi. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi No. 7 Tahun 2013, rekomendasi upah minimum harus didasari oleh
Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan
ekonomi. KHL merupakan standar kebutuhan seorang pekerja untuk bisa hidup
dengan layak secara fisik selama 1 bulan. KHL setiap wilayah ditentukan melalui
survei oleh Dewan Pengupahan dan terdiri dari pangan, papan, sandang,
pendidikan, transportasi, serta rekreasi dan tabungan. Angka KHL ini pun
berbeda di setiap wilayahnya, dan menjadi faktor mengapa UMR bisa berbeda di
setiap provinsi.
Dalam diskusi kali ini untuk meningkatkan semangat kerja dan kesejahteraan hidup pegawai dan keluarganya, perlukah ada revisi besaran nominal UMR?. Menurut saya sendiri, saya setuju dengan revisinya besaran nominal UMR atau kenaikan UMR ini, ada faktor yang menurut saya mendukung kenaikannya UMR. Hal ini berkaitan dengan kesejahteraan hidup pegawai dan kerluarganya jika seorang pegawai yang merupakan tulang punggung bagi keluarganya dan ia hanya menggantungkan keberlangsungan hidup dia dan keluarga dengan hanya memakai gaji UMR, tentunya bila dihitung-hitung tidak akan cukup, karena biaya hidup bagi seseorang yang sudah berkeluarga tentunya jauh butuh lebih pengeluaran dibandingan hidup sendiri, selain untuk menghidupi keluarganya ada kondisi dimana dia harus membayar sewa tempat tinggal dan lain-lainya.
Maka dalam kondisi ini pegawai terkadang memikirkan untuk mencari
pekerjaan sampingan, atau pula mencari pekerjaan yang lain agar bisa memenuhi
kebutuhan pokok sehari-hari. Oleh karena itu pemerintah ataupun pemimpin
perusahaan harus peka terhadap kesejahteraan pegawai, karena bagaimanapun gaji
yang sesuai akan menambah semangat kerja karyawan yang berdampak pada kualitas
bekerjanya.
Adapun peningkatan gaji dalam
meningkatkan semangat kerja, seseorang akan lebih bersemangat ketika ia
mendapatkan uang yang lebih banyak dari pada biasanya (bersifat materi), yang
tentunya bertujuan untuk mencukupkan kehidupan ia dan keluarganya sehari-hari
di tengah melambungnya harga kebutuhan hidup sekarang. Jadi semangat karyawan
untuk bekerja lebih meningkat dari sebelum menerima kenaikan gaji. Gaji atau
upah memang bukan masalah yang sepele. Sebagai seorang pekerja diberikan
hak-hak yang dijamin oleh hukum. Maka dari itu, sangat penting untuk memahami
hak sebagai pekerja, terutama mengenai upah minimum.
Referensi
Sumber :
maucash.id.(2020,6
September). UMR Jakarta 2020 Yang Wajib Kamu Ketahui. Diakses pada 26 Februari
2021. Tersedia : https://maucash.id/umr-jakarta
Taufik,Muhammad.
2019. Analisis Motivasi Untuk Meningkatkan Semangat Kerja Karyawan Pada Rumah
Cantik Kumala Banjarmasin. Diakses pada 26 Februari 2021. Tersedia : http://repository.uniska-bjm.ac.id/647/1/15310141.pdf
Komentar
Posting Komentar