Perlukah ada Kenaikan Nominal UMR ?

 Ditulis Oleh : Citra Febriani (170110200017)


Upah merupakan hak pekerja/buruh yang seharusnya dapat memenuhi kebutuhan mereka dan keluarganya. Sistem pengupahan perlu dikembangkan dengan memperhatikan keseimbangan antara prestasi atau produktivitas kerja, kebutuhan pekerja dan kemampuan perusahaan. Disamping itu perlu dikembangkan struktur upah yang tidak rumit dan adanya komponen upah yang jelas sesuai kebutuhan. Mekanisme penetapan upah dan kenaikan upah sebaiknya diatur didalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama.

Pengupahan merupakan sisi yang paling rawan di dalam hubungan industrial. Di satu sisi upah merupakan hak bagi pekerja/buruh sebagai imbalan atas jasa dan / atau tenaga yang diberikan, di lain pihak pengusaha melihat upah sebagai biaya. Dalam rangka memberikan perlindungan terhadap pekerja/buruh atas jumlah penghasilan yang diperolehnya, maka ditetapkan Upah Minimum oleh pemerintah.

penetapan Upah Minimum dan kenaikan Upah Minimum perlu dilakukan dan dikaji secara cermat sehingga semua pihak dapat menarik manfaat. Kenaikan Upah Minimum yang terlalu drastis akan merugikan perusahaan. Sebaliknya kenaikan yang terlalu datar/landai tidak menguntungkan pekerja/buruh, karena kenaikan tersebut akan kalah oleh inflasi sehingga tujuan menaikkan kesejahteraan pekerja/buruh tidak akan tercapai. Oleh karena itu kenaikan Upah Minimum perlu diketahui dan disetujui oleh semua pihak.

Penetapan Upah Minimum sampai saat ini umumnya masih jauh dibawah Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Upah Minimum setidaknya dapat diarahkan pada pencapaian upah yang sesuai dengan kebutuhan hidup minimum. Untuk itu sangat diperlukan adanya penetapan Upah Minimum sebagai upaya melindungi para pekerja/buruh sehingga upah yang diterimanya dapat menjamin kesejahteraan bagi dirinya maupun keluarganya dan para pekerja/buruh tidak diperlakukan semena-mena oleh pengusaha yang mempunyai kewenangan dan kekuasaan dibalik kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh para pekerja/buruh.

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor : 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 88 ayat (2) “Untuk mewujudkan penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, pemerintah menetapkan kebijakan pengupahan yang melindungi bagi pekerja/buruh. Pasal ini jelas memberikan perlindungan bagi pekerja/buruh dalam hal penghasilan yang diperolehnya atas pekerjaan yang dilakukannya. Upah yang layak bagi kemanusiaan tersebut lebih jauh ditetapkan dalam ketentuan penetapan Upah Minimum yang diarahkan pada pemenuhan Kebuthan Hidup Layak (KHL).

Berikut adalah beberapa pengaruh positif yang akan terjadi apabila terjadi kenaikan Upah Minimum:

·         Kenaikan Upah Minimum akan mempersempit kesenjangan antara pekerja/buruh tingkat atas dan tingkat paling bawah.

·         Kenaikan Upah Minimum secara langsung akan meningkatkan daya beli pekerja/buruh, yang akan mendorong ekonomi rakyat.

·         Kenaikan Upah Minimum akan memperbaiki/merubah struktur upah terhadap struktur upah terhadap struktur biaya produksi.

·         Peningkatan Upah Minimum akan memberikan insentif bagi pekerja/buruh untuk bekerja lebih giat yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas nasional

·         Peningkatan Upah Minimum akan meningkatkan daya beli yang secara tidak langsung akan membuat konsumsi domestik meningkat. Tentu saja ini berdampak positif untuk perekonomian daerah dan nasional.

Peningkatan Upah Minimum bukan hanya memberikan dampak langsung kepada gaji

pokok yang diterima karyawan, tapi  juga kepada perekonomian di Indonesia. Hal ini banyak dibuktikan oleh studi tentang bagaimana peningkatan upah minimum berdampak pada produktivitas pada level perusahaan dan makro yang dilakukan. Peningkatan produktivitas ini ditunjukan dengan meningkatnya motivasi kerja karyawan untuk bekerja lebih keras, sehingga secara otomatis akan meningkatkan pendapatan perusahaan dan membantu meningkatkan perekonomian negara. Itulah kenapa, pentingnya pemerintah melakukan peningkatan jumlah upah minimum karyawan agar pengaruh kenaikan UMR terasa nyata.

 

Berikut adalah pengaruh negatif bila Terjadi kenaikan Upah Minimum:

·         Harga barang cenderung naik

Seiring dengan meningkatnya UMR, harga-harga barang cenderung dinaikkan. Tentunya kenaikan ini sama sekali tidak diharapkan para pekerja. Namun, kecenderungan yang kebetulan atau tidak terjadi setelah kenaikan UMR ini sepertinya sulit diantisipasi Pemerintah.

·         Beberapa pelaku usaha terpaksa melakukan PHK

Kenaikan UMR memang tidak selamanya berdampak positif, bahkan dapat menimbulkan risiko-risiko yang tidak diinginkan. Misalnya, terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK. Kenaikan upah tentunya akan membuat pengeluaran perusahaan menjadi meningkat. Setiap perusahaan tentunya berupaya agar profitnya tidak berkurang. Kenaikan gaji ini jelas akan merugikan jika tidak diiringi dengan kenaikan profit.

Pengaruh kenaikan UMR juga harus dilihat dampaknya di bidang investasi. Studi World Bank Indonesia menjelaskan, UMR yang dinilai tinggi membuat produsen enggan untuk terus berinvestasi di wilayah dengan upah minimum yang relatif tinggi, sehingga berdampak pada biaya produksi yang tinggi dan mengurangi keuntungan.

 

 

References

Budiyono, S. (2007, September 24). PENETAPAN UPAH MINIMUM DALAM KAITANNYA DENGAN UPAYA PERLINDUNGAN BAGI PEKERJA/BURUH DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN. Retrieved from http://eprints.undip.ac.id/: http://eprints.undip.ac.id/16664/1/B_U_D_I_Y_O_N_O.pdf

Ridwan, D. (2020, Oktober 30). Mengapa UMR Harus Naik? Ini Jawaban Buruh. Retrieved from ayobandung.com: https://ayobandung.com/read/2020/10/30/147486/mengapa-ump-harus-naik-ini-jawaban-buruh

Talenta, I. (n.d.). Pengaruh Kenaikan UMR Terhadap Gaji Pokok Anda. Retrieved from talenta.co: https://www.talenta.co/blog/insight-talenta/pengaruh-kenaikan-umr/

 

Komentar

Postingan Populer