Membuat Perencanaan Kebutuhan SDM (tenaga kerja) yang Baik Sehingga Nantinya Akan Menghasilkan SDM yang Unggul
Oleh : Angelica Julyanti Gumilar 170110200012
Berkembang dan bertumbuhya suatu organisasi atau perusahaan pastinya memerlukan dukungan dari sumber daya manusia atau tenaga kerja yang memiliki kinerja unggul dan kompeten. Dalam proses menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan terampil ini dimulai dari sebuah perencanaan SDM yang sistematis atau terstruktur.
Perencanaan atau planning merupakan proses dasar dari kegiatan administrasi atau manajemen untuk menentukann tujuan serta langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar tujuan yang sudah ditetapkan dapat tercapai. Menurut George Milcovich & Paul C Nystrom, perencanaan SDM adalah proses peramalan, pengembangan, pengimplementasian, dan pengontrolan yang menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai, penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat secara ekonomis lebih bermanfaat.
Terdapat beberapa komponen yang harus diperhatikan dalam perencanaan SDM yaitu tujuan, perencanaan organisasi, pengauditan SDM, peramalan SDM.
Dalam pengauditan SDM dilakukan penelusuran mengenai efetivitas program kepegawaian, melakukan analisis jabatan, penarikan pegawai, melakukan test pegawai, melakukan pelatihan dan pengembangan pegawai, promosi jabatan, transfer pegawai, perkiraan pegawai, hubungan kerja di dalam maupun diluar organisasi, pelayanan pegawai, moral dan sikap kerja, dan gaji.
Melalui perencanaan SDM inilah dilakukan penentuan cara-cara untuk menerima, memanfaatkan, mengembangkan, serta mempertahankan SDM sesuai dengan kebutuhan perusahaan sekarang dan untuk pengembangannya di masa depan. Perencanaan SDM harus dimulai dari pendayagunaan yang optimal pada SDM yang sudah dimiliki serta hanya akan menambah atau merekrut kembali SDM dari luar apabila ternyata terdapat kekurangan SDM untuk melakukan tugas-tugas pokok dari organisasi atau perusahaan.
Terdapat beberapa tahapan untuk mengelola SDM yang baik supaya menghasilkan tenaga kerja yang unggul :
1. Melatih dan mengembangkan SDM
• Pengembangan Individu, memastikan individu tersebut bisa mengerjakan pekerjaan yang diberikan sesuai denagn standart.
• Melihat potensi dari seorang individu ini bisa dikembangkan sampai mana dengan memberikan training, mentoring, atau penugasan-penugasan lain. Selain itu bisa juga dilakukan perubahan perilaku. Misalnya, yang asalnya dia tidak begitu aktif dibuat menjadi lebih aktif lagi.
2. Mempertahankan atau meningkatkan motivasi kerja karyawan
3. Merencanakan dan menempatkan posisi seorang individu sesuai dengan daya guna atau kemampuannya.
4. Memberikan support, untuk mengerjakan pekerjaan tersebut dengan baik dan benar dan mencapai target maka dia butuh dukungan baik dari kemampuan (dilakukan pelatihan) maupun alat bantu kerja.
5. Selalu melakukan monitor, dengan memberikan feedback kepada karyawan maka ia akan mempertahankan yang sudah baik dan memperbaiki pekerjaannya jika terdapat kesalahan.
Keseluruhan kegiatan yang harus dilakukan diatas merupakan proses seseorang dapat perform atau tumbuh secara individu yang nantinya dapat memberikan kontribusi terbaik kepada organisasi atau perusahanan sehingga jika tenaga kerja yang dipekerjakan sudah baik maka organisasi atau perusahan pun akan ikut tumbuh dan berkembang dengan baik.
Komentar
Posting Komentar